Kamis, 18 November 2010

NYANYIAN SHUFI
Sesungguhnya manusia tidak boleh beribadah kepada siapapun kecuali kepada Allah. Barang siapa yang dicintai Allah maka untuk meraihkecintaan Allah itu hanyalah dengan mengikuti jejak tauladan nabi Muhammad SAW. Jika hal ini telah diketahui maka kepada saudara-saudara kami yang tertimpa musibah dengan memperdengarkan atau larut dalam nyanyian shufi (nyanyian berbentuk syair untuk mendekatkan hati kepada Allah), kita berkewajiban untuk mengingatkan mereka dengan hal-hal sebagai berikut…
Pertama : bahwa penyimpangan tersebut bukan sebuah perkara yang diragukan dan tidak samar bagi kalangan alim ulama’ yang mengetahui dengan sebenarnya terhadap fiqih Al-kitab dan assunah serta manhaj salafus shalih, bahwa nyanyian shufi termasuk perkara baru.
Kedua : bahwa hal ini temasuk perkara yang sudah diterima (perkara pasti) dikalangan ulama’ bahwa boleh mendekatkan diri kepada Allah kecuali dengan apa-apa yang telah disyari’atkan oleh rasulullah, jika hal itu telah diketahui maka mendekatkan diri kepada Allah dengan perkara yang tidak dia perintahkan.
Dan inilah pekataan para ulama’ yang mengingkari nyanyian shufi :
 Imam syafi’I : di irak aku meningalkan sesuatu yang dinamakan taghbiir yaitu sejanis syair berisikan anjuran untuk berzuhud terhadap dunia yang dinyanyikan oleh orang-orang shufi, kemudian sebagian hadirin memukul-mukulkan kayu pada bantal/kulit sesuai dengan irama lagunya.
 Imam ahmad ditanya tentang hal ini, maka beliau menjawab “bid’ah”
 Syeh shalih bin abdul aziz berkata : adpun mendengarkan nyanyian yang dilagukan dan qosidah-qosidah untuk mengajak zuhud dunia inilah yang dinamakan zaman dahulu dengan taghbiir, itu dilakukan oleh orang-orang shufi untuk menyibukkan manusia dengan qosidah-qosidah yang mendorong kepada negeri akhirat dan zuhud terhdap dunia. Para ulama’ memandangnya termasuk bid’ah karena jelas bahwa hal itu ditujukan untuk mendekatkan diri kepada Allah, padahl sudah diketahui untuk mendekatkan diri kepada Allah tidak boleh kecuali dengan apa-apa yang dia syari’atkan…
 Syehk Bakr Abu Zaidk berkata : beribadah dengan syair atau nasyid pada bentuk dzikir , do’a, wirid-wirid adalah bid’ah. Pada akhir-akhir abad hijriyah orang-orang zindik membawa bid’ah tersebut dikota Baghdad dengan nama taghbiir, asalnya dari kota nashara didalam peribadatan mereka. Bahkan jelas bagi syehk bakr abu zaid ini bahwa beribadah dengan menyanyikan syair, mengucapkanya sebagai mantra termasuk warisan-warisan yunani sebelum di utusnya nabi isa. Maka lihatlah bagaimana bid’ah ini menjalar kepada orang-orang shufi yang bodoh dari kalangan muslimin. Sebelumnya beliau juga menyebutkan bid’ah-bid’ah yang banyak dilakukan orang-orang dalam berdzikir dan berdo’a, sbb:
 Bergoyang, bergerak, bergoncang, disaat dzikir dan do’a. sebagaimana orang yunani.
 Dzikir dan do’a dengan lagu-lagu dan irama-irama, seperti perbuatan orang nashara.
 Dzikir dan do’a dengan keras, seperti perbuatanya orang shufi yang sesat.
 Beribadah dengan syair dan nasyid sebagaiman perbuatanya orang shufi.
 Tepuk tangan didalam berdzikir seperti orang musyrik.

Inilah diantara fatwa ulama tentang nyanyian shufi,, semoga bermanfaat.

TEKNOLOGI MENANTANG INTELEKTUALITAS MANUSIA

Di era globalisasi ini, ada banyak alat-alat canggih yang dapat bekerja secara otomatis tanpa membutuhkan tenaga manusia, Seperti mesin-mesin industri dan lain sebagainya.

Alat-alat tersebut adalah hasil dari perkembangan teknologi, teknologi berkembansg pesat tidak hanya dinegara kita akan tetapi di seluruh penjuru dunia. Industri-industri yang biasanya menggunakan tenaga manusia telah beralih menggunakan teknologi mesin, bahkan kebutuhan sehari-hari kita dapat terpenuhi dari perkembangan teknologi.

Teknologi seharusnya menjadikan kita lebih aktif untuk menggembangkan kreativitaf dan bakat kita karena jika kita menggembangkan kreatifitas, kita akan menemukan banyak hal baru yang dapat bermanfaat bagi banyak orang, teknologi juga seharusnya menjadikan kita tertantang untuk menguji intelektualitas kita, dapatkah kita menguasai teknologi???. Dari sini orang-orang mulai berpikir,berusaha sehingga nanti mereka dapat menjadi generasi baru yang tidak hanya dapat menguasai teknologi tapi juga dapat menciptakan bentuk-bentuk baru dari teknologi.

Tapi disamping itu, ada sebagian orang yang berpikir bahwa teknologi adalah pahlawan mereka karena teknologi dapat melakukan segala sesuatu yang biasanya mereka lakukan atau yang tidak dapat mereka lakukan, sehingga mereka tidak perlu melakukanya dengan susah payah. Oleh karena itu mereka tidak pernah berusaha untuk melakukan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi diri mereka sendiri dan orang lain. Sebenarnya ini adalah salah satu sebab dampak negative dari teknologi yang menggakibatkan banyak pengganguran..

Seperti apa yang terjadi dinegara kita, banyak orang adalah pengangguran, sehingga tidak heran ada banyak kejahatan yang terjadi dinegara kita. Banyak Negara mengakui bahwa Indonesia adalah Negara ysng kaya tapi juga banyak yang mengatakan bahwa Indonesia adalah Negara yang bodoh karena penduduknya tidak mampu menggelola kekayaan alamnya dengan baik.

Dari hal ini, kita sebagai generasi penerus dari Negara kita, seharusnya berusaha untuk memperbaiki reputasi Negara kita. Untuk menemukan solusi dalam menganalisa masalah-masalah Negara kita, kita seharusnya mengganalisanya bersama-sama sehingga kita dapat berpikir untuk menemukan ide-ide bagus yang dapat memperbaiki kondisi Negara kita. Dan akhirnya kita nanti mampu membawa Negara kita pada kemajuan dan menunjukkan pada dunia bahwa kondisi Indonesia dapat menjadi lebih baik karena kerja keras orang-orang Indonesia sendiri..

Sebenarnya ini adalah sebuah dampak dari teknologi. Teknologi menantang kita untuk dapat terus menggembangkan bakat kita, sehingga nanti kita dapat menjadi generasi baru yang tidak hanya menggunakan teknologi akan tetapi juga mampu menciptakan dan berperan dalam kemajuan teknologi dunia dalam bentuk baru dan manfaat positif yang baru.

Kesimpulannya, teknologi dapat merubah seluruh aspek kehidupan manusia didunia. Buktinya sekarang ada banyak intelektual khususnya intelektual muslim yang dapat menemukan banyak hal baru yang dapat bermanfaat bagi diri mereka sendiri dan orang lain, meskipun demikian, kita harus selalu belajar dengan sungguh-sungguh dan jangan lupa untuk berdo’a kepada Allah .